Masalah Paling Buruk yang Akan Terjadi Jika Sering Memecahkan Jerawat

Masalah Paling Buruk yang Akan Terjadi Jika Sering Memecahkan Jerawat

Jerawat memang menjadi salah satu masalah paling menjengkelkan yang kadang dialami oleh beberapa orang. Selain itu juga ada banyak orang yang selalu memecahkan jerawatnya dengan cara yang salah. Memecahkan jerawat juga bisa membuat efek buruk bagi kita. Sekarang akan sedikit dibahas mengenai masalah jerawat ini.

Bagaimana Jerawat Terbentuk 

Sebelumnya jerawat diduga terbentuk akibat kurangnya pergantian sel kulit yang berada di daerah kantong sebaceous atau kelenjar minyak. Namun ternyata jerawat terbentuk karena terlalu banyak minyak yang diproduksi oleh kelenjar minyak di wajah. Hal ini menyebabkan pori-pori kulit tersumbat.
Masalah yang didapat jika memecahkan jerawat

Pori-pori akan tersumbat oleh minyak atau sebum dan juga bakteri. Ketika bakteri tersebut bertambah banyak mereka akan menyebabkan infeksi, bengkak dan peradangan pada daerah pori-pori yang tersumbat.

Terkadang juga muncul semacam nanah di bagian atas pori-pori tersumbat. Hal itulah yang membuat terbentuknya jerawat di wajah. "Kita perlu melakukan riset lebih banyak untuk memahami penyebab jerawat," ujar Michelle. Jadi intinya ya kalau punya jerawat, harap bersabar untuk tidak memecahkannya. Itu juga demi kulit wajahmu sendiri kok. Jerawat di wajah kita memang sangat menggoda untuk dipecahkan. Namun ternyata memecahkan jerawat justru berbahaya bagi kulit wajah kita sendiri.

Menurut Michelle Rodrigues, yaitu salah satu dokter kulit di St Vincent's Hospital Melbourne, sebaiknya menghindari hal tersebut. "Menekan dan mencoba untuk memecahkan jerawat bukanlah solusi terbaik, bahkan hal itu dapat membuat kulit Anda semakin jelek," ujar Michelle seperti dilansir Science Alert. Ia menjelaskan bahwa jerawat adalah seperti sebuah kantong kecil di bawah kulit yang berisikan minyak, bakteri, dan radang.

Menekannya dapat membuat isi tersebut menyebar ke bagian kulit lainnya dan membuatnya menjadi lebih berbahaya. Hal itu juga dapat membuat terjadinya infeksi serta kulit menjadi lebih gelap di daerah dekat jerawat.

Selain itu radang di bagian jerawat juga dapat meninggalkan bekas luka ketika jerawat hilang. Dan berbeda dengan jerawat, bekas luka itu bisa permanen. "Jerawat biasanya hilang dalam waktu sekitar satu minggu dan hilang tanpa bekas luka. Isi putihnya juga akan pecah dengan sendiri ketika mereka sudah siap," jelasnya. Michelle menambahkan bahwa jerawat dengan ukuran besar harus segera ditangani. Dokter kulit dapat menghilangkan isi dari jerawat dengan aman. Dokter juga dapat mengurangi radang yang terjadi di daerah jerawat dengan menyuntikkan obat.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Disqus

Tidak ada komentar