Belajar Hidup Tanpa Teknologi - Egosistem #2

Belajar Hidup Tanpa Teknologi - Egosistem #2

Sekarang hampir semua orang bergantung pada teknologi, hampir semuanya menggunakan teknologi untuk kehidupannya sehari-hari. Entah itu hanya kebutuhan primer atau hanya untuk kebutuhan sebagai hiburan supaya dirinya merasa puas.

Namun sekarang sepertinya semua orang sudah terpengaruh dengan adanya teknologi, sekarang sudah banyak dijumpai orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena sibuk dengan smartphone masing-masing. Tidak ada lagi seperti dulu dimana setiap bertemu seseorang pasti saling sapa meskipun hanya dengan sedikit senyuman. Namun sekarang sudah tidak lagi, semuanya seperti tergantikan dengan notifikasi.

Teknologi semakin menguasai pikiran manusia, sampai mereka tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi. Sudah banyak kita saksikan dimana ada sebuah bencana namun mereka hanya mengabadikannya dengan kamera dan pura-pura peduli. Padahal niatnya hanya ingin dipuji orang lain juga. Ada kebakaran rumah bukannya membantu malah difoto terlebih dahulu selepas itu menunggu orang lain yang membantu.

Semakin kesini semakin tergantikan semuanya, kebahagiaan yang didapatkan juga sementara.

Mengenang masa sebelum smartphone menyerang

Saya termasuk anak-anak yang terlahir pada tahun 90, dulu zaman masih belum modern seperti sekarang ini. Dimana permainan tanpa biaya masih bisa dinikmati dengan sepuas hati.

Waktu itu kami juga bisa bahagia tanpa biaya dimana hanya bermain tanpa adanya teknologi. Kami bisa bermain dari pagi sampai sore tanpa diberi uang jajan oleh orang tua. Tapi kami masih bisa menikmatinya.

Kemudian muncul TV dimana kami bisa menikmati acara-acara yang bisa menghibur ketika tidak ada kegiatan diluar rumah. Namun saat itu waktu untuk nonton TV masih dibatasi karena orang tua juga tidak memperbolehkan anak-anaknya menonton TV terlalu lama.

Tidak lama muncul lagi PlayStasion yang menggantikan keasyikan bermain diluar rumah, waktu itu semuanya juga tertarik dengan adanya teknologi seperti itu karena bisa bermain game dirumah tanpa harus capek bermain diluar.

Namun lama-kelamaan semuanya mulai berubah, yang dulunya bermain tanpa biaya sekarang sudah harus punya uang untuk bisa mengikuti permainan yang ada pada saat itu. Disini sudah mulai terasa ada banyak perubahan.

Tidak ada lagi anak yang bermain sampai sore di lapangan, tidak ada lagi anak yang mengajak bermain permainan sederhana, semuanya tergantikan dengan teknologi saat itu.

Tidak lama setelah itu sudah muncul lagi yang lebih baru, yaitu internet.

Pada masa itu internet belum dikenal luas oleh masyarakat, hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan internet. Tapi bukan digunakan untuk kepentingan pribadi juga, tapi untuk hal lain seperti pekerjaan dan tugas yang mengharuskan sumber dari internet.

Kemudian muncul lagi perkembangan dimana orang-orang sudah bisa mengakses internet menggunakan komputer dan kecepatan internet saat itu masih sangat lambat. Mungkin anak-anak zaman dulu pernah menghabiskan waktunya di warnet seharian penuh.

Setelah adanya warnet ini semua anak-anak mulai berdatangan kesana untuk mengakses internet untuk kepuasan masing-masing. Mereka hanya mencari video-video lucu atau searching gambar-gambar yang ingin mereka ketahui saja.

Tidak cukup hanya itu, akhirnya bermunculan game-game online yang bisa dimainkan menggunakan komputer.

Pada saat itu warnet menjadi tempat yang paling sering didatangi oleh semua anak-anak untuk bermain game online. Semakin hari semakin ramai karena game online juga semakin banyak bermunculan sehingga membuat mereka ketagihan bermain game.

Warnet menjadi usaha yang paling besar saat itu, sebelum smartphone datang mereka bermain di warnet terlebih dahulu.

Setelah itu muncul sesuatu yang baru yang disebut Android, disini masih belum banyak orang yang menggunakannya karena harganya masih mahal pada saat itu. Jadi hanya anak orang kaya yang punya banyak uang saja yang punya Android.

Semakin bertambahnya tahun, semakin berkembang juga smartphone dengan teknologi Android ini berkembang dengan varian harga yang cuku murah dan terjangkau sehingga memungkinkan orang lain memilikinya.

Semakin lama semakin terus berkembang dan semakin banyak juga orang yang menggunakannya untuk kepentingan masing-masing.

Hingga sampai pada saatnya dimana sekarang orang-orang sudah banyak bergantung pada smartphone tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi nantinya.

Jika dulu waktu kami bermain tanpa biaya, sekarang anak-anak sudah memainkan smartphone pemberian dari orang tuanya.

Dulu kami masih belum mampu untuk beli tamagochi yang harganya 10 ribu, sekarang sudah banyak anak kecil yang punya smartphone.

Semuanya sudah jelas sangat berubah. Dimana dulu orang tua mengajarkan anaknya secara langsung, sekarang hanya memberikan smartphone untuk digunakan dengan baik. Padahal tidak tahu digunakan untuk apa karena rasa penasaran anak-anak itu tinggi. Jadi bisa saja digunakan untuk hal yang tidak baik.

Membanggakan atau menyedihkan?

Melihat sekarang anak kecil sudah pandai menggunakan smartphone, melihat orang tua yang sudah kurang memberikan perhatian kepada anaknya, melihat hampir semua orang dikuasai smartphone. Seharusnya mereka juga tahu batasan.

Kehidupan dunia maya lebih menyenangkan dari dunia nyata.

Perlu diketahui, orang yang punya followers Instagram banyak belum tentu bahagia di dunia nyata. Orang yang punya kehidupan di internet juga belum tentu dikenal di dunia nyata.

Semoga kita semua bisa sadar diri.
Mencoba hidup tanpa smartphone

Mencoba hidup tanpa smartphone

Jadi dulu aku pernah tidak menggunakan smartphone untuk kegiatan sehari-hari selama 10 hari. Daris itu aku juga banyak menemukan hal yang memang hilang.

Ternyata banyak hal yang direnggut oleh smartphone.

Mulai dari keharmonisan keluarga sudah tidak nampak lagi karena setiap ada perkumpulan semuanya sibuk dengan smartphone masing-masing tanpa memperdulikan perkumpulan yang sedang dilakukan.

Banyak teman yang direnggut juga, dimana dulu waktu bersama teman dihabiskan untuk hal yang berguna dan bercerita banyak hal untuk mencurahkan kehidupan masing-masing. Sekarang sudah tidak bisa lagi, sekalinya datang, dia tidak mendengarkan dengan baik karena terganggu dengan suara notifikasi yang selalu muncul di smartphonenya. Bercerita kepada teman sudah mulai sia-sia rasanya. Sekarang zamannya bercerita secara online melalui sosial media karena mengikuti trend.

Menjalin hubungan dengan seseorang juga sama saja, setiap kali bertemu pasti tertuju pada smartphone lagi dan lagi. Tidak memperdulikan siapa yang sedang bersamanya, yang dia pedulikan hanya orang lain yang jauh di dekatnya.

Semuanya telah berubah. Dengan tidak menggunakan smartphone selama 10 hari akhirnya aku juga sadar ada banyak kesalahan yang telah dilakukan selama menggunakannya. Memilikinya boleh saja, tapi cara penggunaannya juga harus sewajarnya. Jangan terlalu berlebihan apalagi sampai dikuasai oleh smartphone.

Sekarang kebanyakan orang hidupnya sudah dikuasai oleh smartphone, banyak yang tidak memperdulikan kesehatan karena smartphone, banyak yang tidak peduli lingkungan sekitar, banyak yang tidak peduli dengan satu sama lain.

Apa yang harus dilakukan?

Seharusnya kita sudah bisa belajar untuk hidup tanpa teknologi, mengingat sekarang sudah akhir zaman lebih baik kita perbaiki diri masing-masing untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Sekarang orang-orang menjadi kurang produktif karena terus melihat postingan di Instagram, sekarang semua orang sudah banyak malas-malasan karena scroll postingan di Facebook dan terus seperti itu. Menonton YouTube seharian tanpa melakukan apapun. Apakah itu sebuah kemajuan atau kemunduran?

Di akhir zaman ini seharusnya kita memperbaiki diri supaya siap menjalani kehidupan di akhirat nanti.

Perlu diketahui, semua teknologi akan hancur dan kita semua akan mengalami masa dimana semuanya kembali seperti kehidupan zaman dulu lagi. Semua orang akan kesulitan untuk melakukan kegiatan apapun.

Mulai dari menyalakan api saja sudah susah karena harus menggunakan batu atau kayu, mencari makan harus dari alam sekitar. Kehidupan ini akan kembali seperti zaman dulu dimana teknologi modern sudah tidak ada lagi.

Jadi sekarang kita sudah harus mulai belajar hidup tanpa teknologi. Simpan dulu kebiasaan yang selalu menggunakan smartphone dan gadget lain. Lakukan interaksi secara langsung dengan sesama manusia.

Sebenarnya hidup juga bisa lebih indah tanpa smartphone, tidak perlu memikirkan apapun lagi hanya keharmonisan bersama keluarga dan orang terdekat saja sudah cukup bisa membuat bahagia.

Tunggu potongan berikutnya

Mungkin hanya itu saja yang bisa diceritakan untuk saat ini, semoga kita semua bisa sadar dengan keadaan zaman sekarang.

Alangkah baiknya jika kita belajar untuk melepaskan cinta pada dunia dan memberatkan diri pada akhirat nanti. Dunia tidak seberapa, jadi perbaiki diri supaya bisa mati dalam keadaan yang baik.

Sekian untuk kali ini, semoga tidak ada kesalahan penulisan. Terimakasih sudah membaca sampai sini, karena sekarang sudah sedikit orang yang senang membaca akibat malas yang berlebihan didalam dirinya. Jadi daripada membaca, mereka lebih suka menonton. Apalagi menonton video bekop.

Salam perubahan.
Advertisement

Baca juga:

This Is The Newest Post
Buka Komentar
Disqus

Tidak ada komentar